shopfreephoenix.com

  

Beste Artikel:

  
Main / Nama Staubsauger Teletubbies überall

Nama Staubsauger Teletubbies überall

Mohon sebarkan artikel ini kepada saudara saudara kita, aqidah islam tidak ada yang basi, semoga info ini bermanfaat. Walaupun kelihatan sepintas lucu, namun dibalik film tersebut tersembunyi pesan pesan Kampanye Homoseks, sehingga telah menimbulkan reaksi diberbagai dunia.

Apakah Karena Terlalu Sibuk? Seorang Pendeta terkemuka di Amerika menguraikan misi homoseks di balik tayangan lucu Teletubbies. Kontroversi meluas. Singapura melarang penayangannya. Dulu, tontonan yang diputar hampir setiap hari di indosiar itu memang sedang digandrungi anak-anak. Fernsehen im Bauch der Babys disingkat Teletubbies, Fernsehen perut bocah adalah Film Yang menampilkan empat tokoh Boneka gendut tubby dan lucu bernama Tinky-Winky berwarna ungu, Dipsy hijau, Laa-Laa kuning, dan Po merah.

Di kepala empat sekawan itu ada antena, yang menandakan bahwa televisi memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi anak-anak. Rumahnya Berupa Lapangan Golf Yang Hijau Dan Sejuk, Disebut Teletubbyland. Di situ ada kincir angin, televisi, kelinci, pancuran luft, yang selalu disinari matahari berwajah bayi imut-imut.

Film rekaan Anne Woods und Andrew Davenport yang pertama kali muncul di Inggris tahun 1995 itu tak sekadar nongol di televisi. Pernik-perniknya juga membanjir di toko mainan, toko buku, mal, pasar, sampai perempatan lampu merah.

Bentuknya bisa komik, Kartu, Boneka, VCD, Gantungan Kunci, Stiker, Sikat Gigi, Tempat Nasi, Handuk, Pigura, Dan Berbagai Asesoris Peralatan Sekolah.

Bahkan Kini Telah Terbit Majalah Teletubbies. Pendeknya, sang idola itu bisa menyapa anak-anak di mana saja, kapan saja. Tak mengherankan bila anak-anak begitu akrab. Cuma, ada satu hal yang agaknya sulit dikenali anak-anak pada umumnya, yakni jenis kelaminnya. Sebab, kostumnya sama, aktivitasnya pun tak berbeda.

Robbi Mighfari und Balivia Andi Permata, murid-murid sebuah TK di Surabaya, mempunyai jawaban berbeda ketika ditanya mana dari anggota Teletubbies yang perempuan. Robbi Menjawab Po. Tapi Menurut Balivia justru Tinky-Winki-lah, si ungu, Yang perempuan. Bagi Eki, Yang blass membingungkan adalah sosok Tinky-Winky, Anggota Teletubbies Yang blass besar. Suka mbawa tas dan bunga.

Di Barat identitas Teletubbies memang sempat menjadi perdebatan heboh. Bermula dari pendapat Pendeta Jerry Falwell dalam sebuah tulisan di National Liberty Journal Februar 1999 yang menilai Teletubbies membawa misi homoseksualitas lewat tokoh Tinky-Winky.

Majalah Time edisi 12. Oktober 1998 juga menyatakan hal yang sama. Identitas tokoh-tokoh Teletubbies memang tidak jelas. Perbedaan Geschlecht hanya digambarkan secara samar dengan suara dan pilihan warna: Dan di mata Falwell, ini dianggap sebagai pembenaran terhadap aktivitas homoseksual dan biseksual.

Kalangan rohaniwan Kristen menilai, indoktrinasi dini terhadap anak batita di bawah tiga tahun lewat Teletubbies akan menyebabkan anak tak bisa membedakan mana laki-laki mana perempuan. Lebih berbahaya lagi kalau anak sudah dicekoki nilai: Menurut psikolog pendidikan Elzim Khosyiyati, ketidakjelasan identitas ini berbahaya bagi perkembangan psikis anak-anak.

Hal senada ditulis Berit Kjos di situs Edutainment. Menurutnya, secara tidak disadari, anak-anak dibentuk Teletubbies für bisa menerima kelainan-kelainan perilaku seksual seperti biseksual, homoseksual, dan lesbisch sebagai sesuatu yang wajar.

Juga, anak-anak dibentuk bis menjadikan televisi sebagai dunia mereka. Pendapat Kjos ini sama dengan pandangan umum kaum ibu di Inggris yang menilai Teletubbies mensosialisasikan televisi kepada anak-anak dalam usia terlalu dini. Tuduhan bahwa Teletubbies membawa misi Homosexuell segera ditentang keras oleh Ragdoll Productions dan koleganya, Produzent Film ini.

Juru Bicara für Itsy Bitsy Entertainment Co. Yang blass Keras Menentang Falwell Tentu Saja Kalangan Homosexuell.

Sedangkan Michael Colton di Harian New Yorker Beobachter menganggap tuduhan itu sebagai hal yang terlampau aneh dan mengerikan. Namun Pendapat Falwell Tidak Salah Bila Kita Cermat Melihat Adegan Film Teletubbies.

Tingkah laku si Ungu memang seperti seorang Homosexuell. Dia suka bunga, membawa dompet warna merah, gerak tariannya und nada nyanyiannya. Sebuah kebiasaan orang perempuan. Padahal keterangan resmi yang dikeluarkan sebuah produsen acara teve anak-anak PBS Kinder, jenis kelamin Tinky Winky adalah männlich laki-laki.

Tinky Winky juga tak segan-segan berebut rok dengan Po. Menurut Elzim, Pelukan di Antara Anggota Keluarga Wajar, Dan Baik Baik. Namun efek adegan berpelukan Teletubbies sangat didasari kebudayaan Barat. Ibu dua anak ini sekarang kerap menjumpai kecenderungan anak-anak di sekolah yang gandrung Teletubbies sering melakukan pelukan kepada kawan perempuan maupun lelaki, baik berlawanan jenis maupun tidak.

Anak-anak akan terbiasa melakukan pelukan dan ciuman dengan siapa saja tanpa pandang bulu. Dampak lebih jauh, bila yang gandrung adalah anak laki-laki, akan berbahaya. Tidak Hanya Ajaran Homosexuell.

Cara bicara tokoh Teletubbies yang cedal pun banyak diprotes kalangan ibu-ibu di Inggris. Menurut Elzim Khosyiyati, Bahasa Cadel Semacam Itu Tidak Baik Bagi Prosa Pembelajaran Kemampuan Verbal Anak. Meski penuh kontroversi, Teletubbies terus melaju tinggi. Kini 45 negara di dunia menyiarkan serielle anak-anak yang ternyata mengusung misi kaum Nabi Luth ini, dan menjadi terpopuler di dunia. Bagi negeri yang peduli terhadap anak-anak, Teletubbies dilarang.

Di Singapura, Serie Tinky-Winky dan kawan-kawan ini tidak ditayangkan karena dianggap berpengaruh buruk terhadap perkembangan jiwa anak. Bagaimana di Indonesia Yang Mayoritas Beragama Islam? Lucu amat mereka yaaa, imut-imut gemas dan empuk. Itu Yang Kita Bayangkan Ketika Melihat 4 Sosok Selebritis Baru Kesukaan Anak Batita. Setiap ke pasar, pasti anak merengek minta dibelikan knochenka salah satu dari 4 tokoh tsb.

Saya hafal karakter-karakter mereka sampai kepada Modellantenne di kepala masing-masing adalah karena diprotes anak-anak. Tinky Winky antenanya adalah segitiga terbalik, Dipsy lurus seperti tongkat mencuat ke atas, La Laa melingkar seperti pegas und Po antenanya seperti bulatan cincin.

Kemudian berlanjut dengan membeli VCD nya. Dengan Satu Catatan: Tetapi Sekali Lagi: Apalah Artinya Mainan. Apalagi memang sarat fantasasi ruang angkasa dengan gambaran rumah yang seperti pesawat ruang angkasa dan segala pernak pernik khayalan termasuk matahari dengan wajah bayi di tengah-tengahnya.

Jalan ceritanya pun amat-amat sederhana: Begitu sederhana sampai adik saya yang belum dua tahun sudah bisa menirukan kata-kata mereka yang khas: Itu adalah Ritual Teletubbies jika ada sesuatu yang salah atau sesuatu yang kurang. Tanpa sadar gaya mereka memang mudah sekali melekat pada batita dan tidak mustahil akan selamanya. Sekali lagi: Apalah arti mainan? Tapi ternyata artinya lebih dari sekedar mainan.

Beberapa waktu yang lalu beredar di internet polemik tentang Teletubbies. Ada seorang pastor menggugat sosok Tinky Winky yang seperti banci: Menurut salah seorang pengamat media anak, penggambaran sosok acara sosial, sangat feminin.

Namanya juga mainan khayal apapun boleh. Tetapi apakah benar begitu saja? Ternyata semakin banyak yang terungkap dalam polemik yang kemudian juga melibatkan berbagai pengamat medien anak di daratan Eropa dan Amerika. Info lag yang masuk semakin mengejutkan: Bahkan dari jalan cerita salah satu filmnya, jelas menunjukkan sebuah niat untuk memperkenalkan tingkah laku para homosex, yaitu Dunia Manusia, Yaitu Otoritas Orangtua, Guru DLL Termasuk Tuhan!

Jadi ada satu lagi yang diajarkan di sini: Selama ini kaum homosex sedang bergelut bis minta pengakuan dunia bahwa homosexuell adalah sebuah kecenderungan sejak lahir dalam bahasa Islam disebut fitrah, sebagaimana ketertarikan laki-laki terhadap.

Mereka menggugat agar punya gereja sendiri dan bisa menikah resmi dengan pasangannya, mereka juga menggugat agar masyarakat menerima mereka sebagaimana menerima para cacat mental atau orang buta. Tanpa dosa! Kemudian inilah yang kita lihat, sebuah usaha bis mulai mengubah tata nilai Manusia dengan mendidik batita dengan bahasa batita. Globalisasi telah membuat Teletubbies ini bukan hanya nge-top di negeri asalnya Inggris pertama kali diluncurkan sebagai programm Unesco di stasiun TV PBS dan kemudian BBC, tapi juga segera merambah ke seluruh dunia.

Keberhasilan mereka terletak pada bahasa komunikasi yang mereka gunakan. Para aktornya telah susah payah diajarkan bagaimana bertingkah laku, berbicara dan bergerak seperti Batita Kleinkind. Mengingat betapa sedikitnya film-film yang mendidik yang benar-benar bisa bicara dengan batita, saya akui teknik mereka dalam berkomunikasi dengan batita amat canggih.

Meskipun kita, sebagai orang dewasa akan merasa ganjil dengan gaya Teletubbies seperti kesan yang saya dapatkan yaitu seperti orang cacat mental, tetapi bagi batita mereka betul-betul mewakili dunianya. Penuh Warna, Haupt-Kejar-Kejaran, Banyak Bunga Dan Binatang Tak Berbahaya, Lapangan Luas Dan Matahari Yang Bersinar Cerah. Absennya sosok penting bagi batita ternyata merupakan sebuah kesengajaan demi melancarkan misi kaum schwul.

Sosok Yang Hilang Adalah Sosok Orangtua. Dalam Teletubbies Land, sosok itu ditiadakan baik mama maupun papa karena sosok-sosok inilah yang mulai menanamkan

(с) 2019 shopfreephoenix.com